Categories
Uncategorized

DISKUSI SESI-6

Nama: Nurul Mutiah

Nim: 1803036018

Universitas: UIN Walisongo Semarang

porter memberikan strategy (Five competitive forces) yaitu :

  1. Traditional competitors, yaitu Pada bagian ini akan ditelaah seberapa kuat persaingan di pasar dengan mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada dan apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengatasinya. Persaingan akan kuat dan tinggi bila banyak pesaing di sekitar dengan produk atau jasa yang serupa. contohnya misalnya untuk air mineral, kecenderungan substitusinya lebih besar. Misalnya jika Anda ke suatu kios tertentu, dan ingin membeli produk A, namun nyatanya hanya ada Produk C, tentunya Anda tidak akan bersikeras untuk mencari produk A bukan? Ini berarti ancaman substitusi tinggi. Apalagi dilihat dari segi harga, produk C lebih terjangkau daripada Produk A.
  2. .New market entrants, yaitu Bagian ini menjelaskan tentang seberapa sulit bagi pendatang baru atau new entrants untuk memasuki suatu pasar atau industri. Kekuatan perusahaan juga dipengaruhi oleh kekuatan pendatang baru. Kekuatan-kekuatan tersebut dipengaruhi oleh hambatan berupa biaya masuk, regulasi, kondisi ekonomi, hak paten, dan lainnya yang ada di sekitar. contohnya misalnya masyarakat mengenal produk air mineral dengan brand “Aqua” terlebih dahulu, sehingga walaupun terdapat produk baru, masyarakat akan selalu menyebut brand “Aqua” dalam setiap pembelian dalam merek apapun.
  3. Substitute products and services, yaitu Pada bagian ini, akan dianalisis seberapa mudahnya konsumen untuk beralih kepada produk substitusi. Analisis bisa dilakukan dengan cara memeriksa jumlah, harga dan kualitas produk substitusi, serta memperkirakan posisi dengan seberapa banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan dari produk substitusi. Ketika produk substitusi yang beredar cukup banyak dan mempunyai harga dan kualitas tak kalah dengan produk perusahaan, konsumen mudah beralih dan kekuatannya lebih besar dari perusahaan. contohnya produk substitusi dari roti adalah mie karena kedua produk tersebut sama-sama mempunyai manfaat mengenyangkan dan berfungsi sebagai asupan makanan bagi konsumen.
  4. Customers, yaitu Seluruh pemasukan perusahaan adalah berasal dari konsumen yang melakukan pembelian barang dari perusahaan. contohnya Anda memiliki sebuah ritel premium dengan pelanggan-pelanggan kelas atas. Pada kelompok pelanggan tersebut, sekitar 60% penjualan berasal dari 20% pelanggan. Artinya, konsentrasi pembeli cukup tinggi, sehingga pembeli punya kekuatan yang lebih tinggi. Switching cost bagi pembeli pun tidak ada, sementara bagi Anda sulit untuk memperoleh pelanggan baru lagi.
  5. Suppliers, yaitu Supplier selaku pemasok bahan baku atau barang yang akan dijual perusahaan memiliki kekuatan tawar-menawar yang berbeda. Kemampuan supplier dalam  menentukan syarat atau perjanjian kerjasama dengan perusahaan sangat berpengaruh bagi kekuatan masing-masing pihak. contohnya supplier obat-obatan untuk rumah sakit, pada umumnya punya tingkat konsentrasi tinggi. RS biasanya punya langganan kepada segelintir perusahaan farmasi tertentu. Dalam kasus ini, berarti bargaining power of supplier tinggi karena supplier terkonsentrasi pada sekian kecil saja.

Empat strategi umum untuk menghadapi kekuatan kompetitif dengan menggunakan TI:

  1. Low-cost leadership, yaitu Menghasilkan produk dan layanan dengan harga yang lebih rendah daripada pesaing dengan mencapai biaya operasional terendah. contohnya Walmart. Dengan menjaga harga tetap rendah dan rak terisi penuh menggunakan sistem pengisian ulang inventaris yang legendaris, Walmart menjadi bisnis ritel terkemuka di Amerika Serikat. Sistem pengisian ulang berkelanjutan Walmart mengirimkan pesanan untuk barang dagangan baru langsung ke pemasok segera setelah konsumen membayar pembelian mereka di kasir.
  2. Product differentiation, yaitu Produk atau layanan baru yang diaktifkan, sangat mengubah kenyamanan dan pengalaman pelanggan. Kustomisasi massa. contohnya Google terus-menerus memperkenalkan layanan pencarian baru dan unik di situs Web-nya, seperti Google Maps.
  3. Focus on market niche, yaitu kelompok dengan kebutuhan khusus. Pilihan menawarkan harga rendah atau produk / layanan yang berbeda harus tergantung pada kebutuhan segmen yang dipilih dan sumber daya dan kemampuan perusahaan. contohnya perusahaan yang menggunakan strategi fokus termasuk Southwest Airlines, yang menyediakan penerbangan jarak pendek point-to-point berbeda dengan model hub-and-spoke dari maskapai arus utama, United, dan American Airlines.
  4. Strengthen customer and supplier intimacy, yaitu keintiman pelanggan adalah sumber terbesar pertumbuhan bisnis anda, keunggulan kompetitif berkelanjutan, dan keuntungan. contohnya Starbucks, yang dibahas dalam Sesi Interaktif tentang Organisasi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *