Categories
Uncategorized

Diskusi sesi-4 Sistem Informasi Manajemen

Nama: Nurul Mutiah

Nim: 1803036018

Univ: UIN Walisongo

  1. operational excellence adalah proses yang efektif dan efisien dalam pengembangan sumber daya, budaya dan cara berpikir. contohnya: ada pipa air yang tersumbat dan karyawan langsung tahu untuk membuka sumbatan tersebut sehingga air dapat terus mengalir. Hal ini dilakukan tanpa keterlibatan manajemen sehingga dengan demikian karyawan menciptakan dan mempertahankan aliran yang ramping (lean), sementara manajemen berfokus pada pertumbuhan bisnis. Waktu dari tim manajemen tidak akan habis untuk operasional.
  2. New products, services, and business models, penjelasannya adalah Teknologi dan sistem informasi merupakan perangkat utama bagi perusahaan untuk menciptakan produk dan layanan baru, hal demikian juga berlaku bagi model bisnis yang masih baru. Model bisnis (business model) adalah sebagai cara perusahaan dalam memproduksi, mengirim, dan menjual produk ataupun jasa untuk memperoleh keuntungan. contohnya: JCPenney membuktikan, keuntungan dari penggunaan sistem informasi yang memungkinkan keakraban dengan pemasok. Setiap kali terjadi transaksi penjualan pakaian pada toko JCPenney di AS, data penjualan akan terlihat segera dikomputer pemasok, TAL Apparel Ltd. di Hongkong, sebuah perusahaan manufaktur yang dikontrak untuk memproduksi 1 dari 8 jenis pakaian yang dijual di AS. TAL menjalankan operasi melalui model komputer yang dikembangkan dan memutuskan berapa banyak pengiriman baju yang harus dibuat, berikut dengan model, ukuran, dan warnanya. TAL mengirim pakaian-pakaian tersebut langsung ke masing-masing toko JCPenney tanpa perlu melibatkan proses penggudangan
  3. Customer and supplier intimacy merupakan hubungan baik atau akrab yang harus terjalin antara pemasok/penjual dengan pelanggan karena dengan adanya hubungan baik tersebut dapat menguntungkan kedua-duanya dan dengan harapan jika pelanggan merasa puas, merespon dengan membeli kembali atau merekomendasikan kepada kerabatnya. contohnya: sebuah minimarket yang membutuhkan beberapa produk dari sebuah perusahan. Disini kami mengambil contoh saat minimarket membutuhkan sebuah mie instan. Disitulah peran seorang pemasok untuk melayani seorang pelanggan. Dalam permasalahan antara pemasok dengan pelanggan, sejatinya dalam kasus ini yang sangat berperan penting adalah seorang pemasok. Dikarenakan jika seorang pemasok melakukan sebuah kesalahan, besar kemungkinan para pelanggan tidak akan menggunakan jasa pemasok tersebut.
  4. Improved decision making merupakan pemecahan semua pada konflik, penghindaran ketidak pastian, pencarian problemistik, dan pembelajaran keorganisasian menjadi lebih baik dari periode sebelumnya. contohnya: kecenderungan untuk memperluas adalah didefinisikan sebagai suatu bias sistematik dalam perbandingan ke arah keputusan dari suatu model yang rasional. Ini artinya bahwa ketentuan kerja dapat dilihat sebagai suatu set teknik untuk mengoreksi kekurangan – kekurangan yang teridentifikasi sebelumnya.
  5. Competitive advantage merupakan kemampuan sebuah organisasi untuk memformulasikan strategi yang menempatkannya pada suatu posisi yang menguntungkan berkaitan dengan perusahaan lainnya. contohnya: menetapkan harga yang lebih nyaman dikantong dengan kualitas yang baik.
  6. Survival merupakan pertahanan perusahaan agar perusahaannya tetap berkembang di zaman yang semakin maju dan tidak ketinggalan zaman. contohnya: perusahaan menjual produknya tidak hanya secara offline saja tetapi harus merambah pada pasar online yaitu menjula produknya pada e-commerce.